Kamis, 16 Februari 2012

Ketika Tuhan Bukan Lagi Ancaman

Akhir-akhir ini semakin ramai diberitakan proses hukum kasus Wisma Atlet yang melibatkan anggota DPR, Angelina Sondakh (Angie) dan berpotensi menyeret anggota Partai Demokrat lainnya. Hal ini menjadi sorotan publik tidak hanya dikarenakan jumlah uang yang berputar di dalamnya namun juga keterlibatan partai pemimpin negeri yang pada awal pemilihannya mengusung janji pemberantasan korupsi. Namun hal sangat disayangkan adalah adanya skenario dan "nyanyian" yang diperdendangkan di ruang pengadilan.

Keterlibatan Angie minimal disebut-sebut oleh 3 orang saksi, Nazarudin, Rosa dan Yulianis. Bahkan dalam persidangan dia membantah adanya komunikasi melalui BBM dan mengatakan baru mempunyai BlackBerry sejak akhir 2010. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, pasalnya penggunaan BlackBerry oleh Angie sempat terekam kamera pada tahun 2009.

Terlepas dari benar salah maupun pihak-pihak mana saja yang terlibat, kita semua meyebutkan sumpah ketika kita bersaksi di pengadilan. Tidak peduli apapun agama yang dianut, kita telah berjanji dan bersumpah demi agama kita untuk setiap kata yang terucap di pengadilan. Bukan hanya sanksi pengadilan bila terbukti memberi kesaksian palsu, namun setiap agama pasti mempunyai hukuman tersendiri akibat berbohong bahkan   di hadapan pengadilan. Dalam agama Islam sendiri, salah satu hukuman untuk sumpah palsu ditulis dalam surat Ali-Imran ayat 77

[3:77] Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.

Namun sepertinya itupun tidak cukup. Bukan hanya sanksi moral dan sanksi pengadilan, bahkan hukuman Tuhan pun sudah tidak lagi menjadi ancaman dalam berperilaku. Ketika para wakil rakyat tidak lagi memandang Tuhan sebagai ancaman, siapa lagi yang dapat kita percaya.

Happy Innovator Month

Banyak orang berkata bahwa Februari adalah bulan cinta karena ada hari valentine. Bahkan tempat-tempat perbelanjaan juga tidak mau ketinggalan dan menghiasi mall dengan berbagai pernak-pernik serba pink. Tapi bagi saya, Februari adalah bulan inovasi. Kenapa bulan inovasi? Well, itu karena salah satu penemu hebat dunia, Thomas Alva Edison lahir 165 tahun yang lalu tepatnya pada 11 Februari 1847. Tentunya hampir semua orang mengenalnya karena penemuannya yang luar biasa, bola lampu.

Thomas Alva Edison
Selain bola lampu, dia juga menemukan ratusan hal lain seperti mikrofon karbon untuk telepon dan juga perekam suara pertama. Dia juga merupakan pengusaha yang sukses. Mungkin dialah role technopreneur yang patut dicontoh. Dia menjual penemuannya dan sekaligus memproduksi alat-alat hasil temuannya. Dia menyempurnakan telepon, menjual mesin telegram bahkan menjadi penemu pertama yang memiliki pembangkit listrik di kota New York. Bahkan salah satu perusahaannya masih tetap berdiri hingga sekarang dan berumur lebih dari 130 tahun, yaitu General Electric, yang pada awalnya sempat bernama Edison General Electric.

Tidak hanya itu, buku diary milik Edison juga mengungkapkan pemikiran-pemikirannya mengenai alat unik yang dipandang dibutuhkan mendahului zamannya. Beberapa contohnya adalah piano elektrik, sutra buatan dan bahkan tinta untuk orang buta. Berikut beberapa daftar "To Do List" dari Edison.




Dan bagi yang merayakan valentine dan menjadikan Februari sebagai bulan kasih sayang. Tahukah kamu kalau adegan ciuman pertama di layar yang direkam merupakan hasil produksi dari  Edison's Black Maria studio di West Orange, New Jersey dan adegan tersebut diarahkan oleh Thomas Alva Edison.



I find out what the world needs. Then, I go ahead and invent it.
-Thomas A. Edison-
Happy Innovator Month ^__^