Senin, 28 Juli 2008

Belajar Valas,,,,,,,,


Yup,,baru dikenalin temen. Mainin valuta asing atau FOREX. Bukan main yang beneran, cuma main game simlasi berdasarkan data online. asik, menarik. Terutama kalo dalam hitungan 2 hari udah rugi 1000 dolar (huff, untung bukan duit beneran). Tapi setelah diterusin dan dipelajarin ternyata ini menarik. Kan ngga harus orang keuangan yang main ginian, anak teknik kan juga pengen kaya. Hehehehehe,,,,,,
Ternyata belajar hal baru tuh asik banget, baik di bidang yang kita tekunin atau di luar bidang (ups,,,jadi inget, udah kebanyakan bolos pelatihan robot).

Selasa, 27 Mei 2008

Lama Tak Jumpa

HUahh,,,lama banget ga nulis.Tapi ternya nulis itu benar-benar asyik. Insya Allah, saya akan teru tetap nulis walaupun kadang jangka waktu tulisannya jarang-jarang. Hehehehehe..

BBM naik lagi,,,

Mungkin agak terlambat menulis tentang kenaikan ini. Tapi biarlah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. BBM naik, entah baik atau buruk tapi tiap orang menyikapi dengan sikap berbeda. Ada yang mendukung, ada yang menolak. Entah mana yang benar dan mana yang salah. Pastinya harga-harga barang tentunya akan naik. Ya, naik, untuk menyesuaikan katanya.Mungkin beberapa dari kita langsung setuju ketika ada berita kenaikan BBM. Ada yang berkata "Memang harus naik, kalau tidak subsidi membengkak........................dst". Ada yang berkata "Jangan naik, kondisi kebanyakan rakyat tidak mampu menahan kenaikan harga...............dst"Entah mana yang benar, mana yang salah. Terlepas dari itu, saya jadi teringat akan salah satu puisi dari seorang yang telah hilang tanpa diketahui rimbanya. Berikut ini puisi yang saya ingat

Kuburan Purwoloyo - Wiji thukul

Di sini terbaring
Mbok Cip
Yang mati di rumah
Karena ke rumah sakit
Tak ada biaya

Di sini terbaring
Pak Pin
Yang mati terkejut
Karena rumahnya tergusur

Di tanah ini
Terkubur orang orang yang
Sepanjang hidupnya memburuh
Terhisap dan menanggung hutang
Di sini gali-gali
Tukang becak
Orang-orang kampung
Yang berjasa dalam setiap pemilu
Terbaring
Dan keadilan masih saja hanya janji

Di sini
Kubaca kembali
Sejarah kita belum berubah


Yaaa, itu, itulah puisi yang kuingat. Mungkin ada yang bilang kondisi itu tidak cocok bila dikaitkan dengan kenaikan BBM saat ini. Tapi coba renungkanlah, berapa banyak rakyat yang nantinya terbaring atau bahkan terkubur karena biaya hidup yang terlalu berat. Apakah solusi satu-satunya hanyalah menaikkan harga BBM?

Satu yang harus kita wujudkan, yaitu perkembangan Indonesia ke arah yang lebih baik. Agar di masa mendatang kita tidak lagi merasa "di sini kubaca kembali, sejarah kita belum berubah".

Sabtu, 01 Maret 2008

Mahasiswa ooH mahasiswa

Saya heran, akhir-akhir ini banyak diberitakan tawuran antar mahasiswa. Kok bisa ya? Padahal dulu, mahasiswa aktif dalam melakukan aksi solidaritas untuk rakyat. Entah itu berdemo atau yang lain. Tapi sekarang jangankan ngurus masalah rakyat, masalah intern sendiri saja sampai tawuran antar fakultas. Mahasiswa katanya sudah cukup dewasa, tapi kalau dilihat keadaanya sekarang, apa benar sudah dewasa? Ataukah mahasiswa sekarang terlalu pintar dari segi akademis tapi sudah mempunyai hati yang tumpul tanpa empati dan segala macam perasaan lainnya? Saya ingat, dulu ada senior saya berkata, "kalau mau lihat bagaimana kondisi Indonesia 30 tahun mendatang, lihat kondisi mahasiswa pada saat ini". Pertanyaan saya, kalau mahasiswa sekarang seperti ini, bagaimana kondisi Indonesia di masa yang akan datang?
Saya mohon bantuannya agar blog ini ditanggapi (diberi comment), bagaimana menurut teman-teman semua. Apa yang seharusnya dilakukan dan sebenarnya di mana kesalahan hingga hal ini terjadi?