Rabu, 11 Maret 2009

Puisi Tahi Kuda

Sewaktu malam penutupan dies emas ITB, dapat sebuah puisi bagus yang ditampilkan saat penampilan opera ganesha. Sebuah puisi yang seharusnya membuat kita sedih karena kenangan masa lalu dan bersemangat ketika membaca harapan untuk masa depan negeri ini. Begini bunyi puisinya.

Kisah Tahi Kuda ...

Tahi kuda ini punya cerita
Tentang bau amis darah seorang mahasiswa
Rene conrad namanya
Ditembak anak akpol putra pak jendral katanya
Tewas setelah main sepak bola
Tragedi yang menggoreskan luka antara kampus ganesha
dengan kelompok berseragam bersenjata

Tahi kuda ini pernah jadi saksi
Saat ia diinjaki ratusan prajurit Siliwangi
yang menghadang di boulevard
Disambut mahasiswa dengan barisan rantai manusia
Sambil menyanyikan ”Indonesia Raya”
Membuat beberapa prajurit meneteskan air mata dan bernyanyi bersama
Akhirnya mereka mundur atas perintah pak Himawan
Pangliwa Siliwangi yang kemudian diganti
Hanya karena dia punya hati...
( esoknya kampus diduduki dan rumah Pak Iskandar ditembaki oleh intel
suruhan Benny Moerdani )


Tahi kuda ini pernah meleleh
Oleh api bekas bakaran ban
Saat ditahun delapan sembilan
Mahasiswa menolak kedatangan mendagri
Yang mau ikut menceramahi
Para mahasiswa dan mahasisiwi
Dikiranya mereka juga pegawai negeri....

Tahi kuda ini juga pernah ikut tersenyum
Saat sepasang pemudi- pemuda
satu berjaket hijau satu berjaket biru
berjalan malu-malu
mau nonton ludruk dengan lakon yang lucu
sesudah itu berjanji seia-sekata
meskipun segera bubar setelah wisuda

Tahi kuda ini juga bisa bercerita
bahwa ia pernah merasakan bau sepatu para pemimpin negera
yang dulu sering begadang di laboratorium sampai larut malam
menguras semua ilmu dari para begawan
lalu menghabiskan malam mingguan di himpunan
makan indomie dari sarapan sampai pagi kemudian...

tapi kok ya negeri ini tidak juga beranjak lari
padahal banyak mentrinya merasa paling pinter sendiri
maklum, mantan putra-putri dan terbaik negeri ini

Dan tahi kuda ini pun juga bisa bersaksi
Saat si Bung berkata bahwa dia cukup punya sepuluh pemuda untuk
mengguncang dunia..
tentu dia sedang membayangkan para pemudi dan pemuda
putra Sang Ganesha .........


Jakarta February ’09

1 komentar:

narendra mengatakan...

tahi bau....